Amazon Contextual Product Ads

Jumat, 29 Oktober 2010

Ibuku, Pelampiasanku

Siang hari itu, Azis pulang sekolah lebih awal dari biasanya.
Dengan bernyanyi-nyanyi kecil dia melangkah menuju rumahnya.
Begitu membuka pintu rumahnya Azis terkejut, pintu rumahnya tidak terkunci.
Azis merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Dengan mengendap-endap Azis masuk kedalam rumahnya.
Samar-samar Azis mendengar suara orang mendesah-desah diselingi rintihan-rintihan.
Azis penasaran dibuatnya. Azis berusaha mencari sumber suara-suara itu.
Ketika dia mendekati kamar ibunya, suara-suara itu, semakin keras terdengar.
Azis menghentikan langkahnya didepan kamar ibunya. Suara itu semakin keras terdengar.
Ibu lagi ngapain ya, pikirnya. Rasa ingin tahunya semakin kuat, Azispun mengintip dari lubang pintu.
Alangkah terkejutnya Azis, melihat pemandangan di dalam kamar ibunya.
Didalam kamar, Bu Anna,ibu tirnya sedang berdiri sambil memeluk tubuh Pak Kades.
Tangan Bu Anna melingkar dipinggang Pak Kades.
Sedangkan tangan Pak Kades sedang meremas-remas pantat Bu Anna, yang padat berisi.
Tanpa melepaskan tangannya dari pantat Bu Anna, Pak Kades mencium pipi Bu Anna,
kemudian menjulurkan lidahnya mengecup bibir Bu Anna. Bu Anna membuka mulutnya,
menyambut kecupan Pak Kades dengan lumatan-lumatan yang tak kalah hebatnya.
Saking asiknya mereka bercumbu,
tanpa mereka sadari sepasang mata sedang mengintip dengan hati yang panas.
Bahkan percumbuan mereka makin panas saja.
Beberapa saat berlalu, Pak Kades melepaskan lumatannya pada bibir Bu Anna.
Tangannya kemudian bergerak melepaskan seluruh pakaian Bu Anna.
Setelah semuanya terlepas,
Pak Kades memandangi sebentar tubuh Bu Anna yang telanjang bulat sambil berdecak kagum.
"Oh, luar biasa An, tubuhmu masih sexy...montok susumu...An..." puji Pak Kades.
Bu Anna tersenyum mendengar pujian Pak Kades, sambil menggerakkan tangannya,
melepaskan seluruh pakaian Pak Kades.
Kini kedua insan berlainan jenis itu sama-sama telanjang bulat.
Tanpa membuang waktu, Pak Kades menyuruh Bu Anna tidur terlentang diatas ranjang.
Kemudian Pak Kades merangkak diatas tubuh Bu Anna dengan posisi sungsang.
Selangkangan Pak Kades berada diatas wajah Bu Anna, begitu juga sebaliknya.
Wajah Pak Kades berada diatas selangkangan Bu Anna.
Pak Kades membuka paha Bu Ani lebar-lebar,
tangannya meraba-raba bibir vagina Bu Anna yang ditumbuhi bulu-bulu tipis.
Pak Kades mencucuk-cucuk lubang vagina Bu Ani dengan jari-jarinya.
"Ohh...., Mas..., enakk..., truss..., truss," rintih Bu Anna saat Pak Kades mulai menjilati vaginanya.
Pak Kades menyedot-nyedot kelentit Bu Anna yang memerah dan basah.
Pantat Bu Anna terangkat-angkat menyambut jilatan-jilatan Pak Kades pada lubang vaginanya.
"Jilatin kontolku An...kulum...kocokin An..." pinta Pak Kades.
Bu Anna menuruti saja permintan Pak Kades. Tangannya meraih penis Pak Kades, yang sudah setengah tegang.
Dikocok-kocoknya sebentar, kemudian diarahkannya kemulutnya.
Pak Kades menurunkan pantatnya, hingga penisnya menyentuh mulut Bu Anna.
Bu Anna membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya.
Bu Anna mulai menjilati kepala penis Pak Kades.
Lidahnya berputar-putar di kepala kontol Pak Kades kemudian turun kepangkal.
Seluruh Batang kontol Pak Kades dijilatinya tanpa sejengkalpun terlewatkan.
"Ohh..., An..., nikmatt..., truss..., kulum..., truss," desis Pak kades
saat Bu Anna memasukkan kontol Pak Kades kemulutnya.
Pak Kades menaik turunkan pantatnya, membuat kontolnya keluar masuk dari mulut Bu Anna.
Sesekali Bu Ani menggigit penis Pak Kades. Pak Kades meringis dibuatnya.
Sekitar dua puluh menit berlalu, Pak Kades merubah posisinya.
Kini dia tidur terlentang diatas ranjang. Bu Anna disuruhnya naik keatas tubuhnya.
Bu Anna mengikuti saja perintah Pak Kades. Bu Anna berjongkok diatas selangkangan Pak Kades.
Diraihnya kontol besar dan berurat Pak Kades, dituntunnya kelubang vaginanya.
Setelah dirasa pas, Bu Anna mulai menurunkan pantatnya.
Sedikit demi sedikit penis Pak Kades masuk kelubang vagina Bu Anna.
BU Anna terus menurunkan pantatnya sampai seluruh batang kontol Pak Kades amblas tertelan lubang vaginanya.
Kemudian Bu Anna menggerakkan pantatnya naik turun.
Dimulai dengan irama pelan, semakin lama semakin cepat.
Sesekali Bu Anna memutar-mutar pantatnya. Membuat kontol Pak Kades serasa dipelintir.
Pak Kades tak mau ketinggalan. Dia menyodok-nyodokkan pantatnya mengimbangi gerakkan pantat Bu Anna.
Azis yang dari tadi mengintip ibu tirirnya sedang digagahi dengan Pak Kades,
sedikit kagum melihat goyangan pantat ibu tirinya diatas tubuh Pak Kades.
Nafsu birahinya bangkit. Dilepaskannya seluruh pakaian seragam sekolahnya.
Setelah telanjang bulat,
Azis meraih kontolnya,walaupun masih SMU tapi kontol Azis sangatbasar dan panjang,
bila dibanding sama teman-teman SMUnya,panjangnya 25cm diameter 4,5cm. WOW
Dikocok-kocoknya kontolnya sendiri sambil mengintip betapa liarnya Ibu tirinya itu pada saat dientot.
Tak terasa sudah tiga puluh menit Bu Anna menggoyang-goyangkan pantatnya.
Bu Anna semakin cepat menggenjot tubuh Pak Kades, saat dirasakannya orgasmenya sudah dekat.
Demikian juga Pak Kades, sodokkan-sodokkan pantatnya semakin cepat.
"Ohh..., Mas..., akuu..., mauu..., keluarr,kontolmu enak banget...!!!" jerit Bu Anna.
"Akuu..., jugaa..., An...,memekmu sempit banget... " sahut Pak Kades.
Beberapa saat kemudian kedua insan yang sedang bersetubuh itu,
merasakan otot-ototnya menegang. Diiringi teriakkan yang hampir bersamaan,
tubuh mereka menggelepar. Pak Kades menyemprotkan spermanya didalam lubang vagina Bu Anna.
Setelah menuntaskan birahinya, Bu Anna turun dari atas tubuh Pak kades,
kemudian merebahkan tubuh dan tertidur disamping Pak Kades.
Pak Kades kemudian bangkit dan mengenakan pakaian.
Dipandanginya tubuh Bu Anna yang sedang tertidur pulas.
Dengan melompati jendela kamar, Pak Kades keluar dari kamar Bu Anna.
Begitu Pak Kades keluar dari kamar ibunya, Azis yang sudah dirasuki nafsu birahi, segera membuka kamar ibunya.
Sambil mengocok-ngocok penisnya yang sudah tegang,
Azis memandangi wajah ibunya yang sedang tertidur pulas.
Nafsu setan sudah merasuki diri Azis.
Tanpa berpikir panjang Azis segera menindih tubuh ibunya. Ibu tirinya.
Kedua kaki ibu tirinya, dibukanya lebar-lebar.
Kemudian Azis menggenggam kontolnya dan diarahkan kelubang vagina ibunya.
Dan Azis mulai menurunkan pantatnya, sedikit demi sedikit, sampai seluruh batang kontolnya
amblas tertelan lubang vagina ibunya.
Saat Azis mulai menggerakkan pantatnya naik turun,
Bu Anna terbangun dari tidurnya.
Betapa terkejutnya dia, saat tahu Azis, anaknya,walau bukan anak kandungnya sedang menyetubuhinya.
"Zis, jangan Zis, aku ibumu," teriaknya berusaha berontak. Tapi sia-sia.
" Kamu bukan Ibuku pelacur..!, hhgg...sekarang kamu akan aku jadikan budak seksku...sshhhh..."
Azis terlalu kuat baginya. Dengan mudah azis meringkus ibunya.
Azis memegang erat-erat kedua tangan ibunya dan menyumpal mulut ibunya dengan mulutnya.
Dengan buasnya Azis melumat mulut ibunya.
Bu Anna yang sudah kehabisan separuh tenaganya,
sehabis bersetubuh dengan Pak Kades tadi tak kuasa melawan keberingasan anaknya.
Perlawanannya mulai melemah.
Sodokan-sodokan batang kontol Azis yg ukurannya besar dan panjang pada lubang vaginanya,
pelan-pelan membangkitkan nafsu birahinya.
Tanpa sadar Bu Anna mengimbangi gerakan pantat Azis, dengan menyodok-nyodokkan pantatnya.
Sambil meracau "Ouhh Zis...teruss...entot ibu, perkosa ibu semaumu Zis.."
"Hhggg...Hajar memek ibu tirimu ini sshhh...dengan Kontol besarmu itu...Ibu kenakan...Zis..."
dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang sangat jorok, yang seharusnya tidak keluar dari mulut seorang ibu.
Azis semakin bersemangat menggoyang-goyangkan pantatnya.
"Rasakan Kontolku menghajar memek ibu, sekarang ibu adalah pelacurku...hhgg....! sekarang kau budak seks ku Anna...!!!"
"Ohh, iya Zis..ibu pelacurmu Zis.... truss Zis... entot ibu Zis," rintih Bu Ani merasakan nikmat.
Azis semakin cepat memompa vagina ibunya, ketika dirasakannya vagina ibunya berkedut-kedut.
Otot-otot vagina ibunya menegang. Bu Anna mencakar-cakar punggung Azis disertai teriakkan panjang.
"Zis...,oughh... ibu... ibuu.. keluarr,enak banget kontotmu Zis, ibu mau lagi....!!!" jeritnya.
Vaginanya menjepit penis Azis dan tangannya menarik pantat Azis,
membuat penis Azis semakin terbenam di lubang vaginanya.
Dan akhirnya Bu Anna mencapai orgasmenya. Cairan hangat membasahi dinding vaginanya.
Azis yang belum mencapai orgasmenya,
membalikkan tubuh ibunya lalu menarik kaki ibunya hingga menjuntai ke lantai.
Kemudian dia mendekatkan wajahnya kelubang anus ibunya.
Azis menjulurkan lidahnya menjilati lubang anus ibunya.
Jilatan-jilatan azis membangkitkan lagi nafsu birahi ibunya.
Bu Anna pasrah saja atas perlakuan anaknya. Bu Ana menggelinjang ,
saat Azis mencucuk-cucuk lubang anusnya.
Tangannya bergerak kebelakang meraih kepala Azis, membenamkannya dipantatnya.
Puas menjilati anus ibunya, azis meraih penisnya. Dituntunnya kelubang anus ibunya.
BU Anna berteriak kesakitan, saat Azis memaksakan penisnya menembus lubang anusnya.
Rasa panas dan perih pada dinding dan bibir anusnya tak tertahankan lagi.
Bu Ani berusaha berontak menghindar, tetapi tangan Azis yang menekan punggungnya, membuatnya tak berdaya.
Azis mulai mendorong dan menarik pantatnya memompa lubang anus ibunya.
Tubuh Bu Anna terguncang-guncang oleh sodokkan-sodokkan anaknya.
Susunya yg besar terguncang akibat sodokan-sodokan kontol azis yang sangat kasar.
Dia melolong menahan rasa sakit yang luar biasa. Dengan terus menyodomi ibunya,
Azis memeluk tubuh ibunya dari belakang dan meremas-remas buah dada ibunya dengan kasar.

Nafasnya terengah-engah. Nafsu birahinya benar-benar tak terkendali.
Saat mendekati puncak birahinya, Azis mempercepat pompaan kontolnya kelubang anus ibunya dengan brutal.
"arggg...sakiittt..Zis...Oughhh...pellann...pellannn..saja Zis..."pinta Ibunya.
"Rasakan neh kontolku Anna, kurobek robek anusmu...hhgg..pelacurku"jawab Aziz,sambil menjambak rambutnya dari belakang.
seperti memegang tali kekang saja Aziz, sambil menjambak dan menyodokkan kontolnya dengan kasar,
menghajar memek dan anus ibunya bergantian.
"ahh..terus Zis...hajar memek ibu Zis...entotin sampe pagi sayangku...egghhh...Iya begitu Zis"
"Kontol kamu brasa penuh sesak di memek ibu Zis...sshhh...genjott..yang kencang zis...arrggghhh..."
setiap 3  menit ganti lobang lagi,memek,anus,memek,anus,...terus menerus...
Bu Anna sudah lemas,hamhir pingsan merasakan kenikmatan yang dibuat oleh Kontol azis,
selama 2 jam setengah Azis menghajar memek dan anus ibu tirinya itu.
Diiringi lolongan panjang, Azis menyemprotkan spermanya dilubang anus ibunya.
Dicopotnya terus menyemprotkan ke memeknya juga
Membasahi bibir memek dan dinding anus ibunya.
Sesaat kemudian Azis bangkit dan menyuruh ibunya duduk ditepi ranjang.
Azis menyodorkan penisnya kemulut ibunya. Meminta ibunya menjilati sisa-sisa spermanya.
Bu Anna menggelengkan kepalanya kekiri dan kekanan, menolak permintaan anaknya.
Tapi Azis tak kehabisan akal. Ditariknya kepala ibunya
dan dibenamkan keselangkangannya lalu dipencetnya hidung ibunya.
Membuat ibunya kesulitan bernafas dan terpaksa membuka mulutnya.
Saat itulah Azis langsung menyodokkan penisnya dan menjejalkan kemulut ibunya.
"Ayo Bu, isep sampai bersih," pinta Azis. Dengan sangat terpaksa,dan menahan rasa jijik,
Bu Anna mengulum penis anaknya dan menjilati sisa-sisa sperma anaknya.
Malam itu, azis memaksa ibu tirinya melayani nafsu birahinya sampai pagi.
Sampai dia benar-benar puas.
Bu Anna tak kuasa menolak keinginan anak tirinya.
Hari-hari berikutnya, Bu Anna menjadi budak nafsu anaknya.
Dia harus selalu siap melayani nafsu birahi anaknya.
Mula-mula Bu Ann melakukannya dengan terpaksa,
tetapi lama-lama dia ketagihan juga disetubuhi oleh Kontol anaknya gede dan panjang.

TAMMAT