Pagi hari. Aku baru saja bangun tidur. Udara terasa segar setelah Jakarta diguyur hujan deras semalaman. Kukenakan kaos oblong tanpa lengan dan celana pendek ketat yang menampakkan lekuk-lekuk pantatku yang begitu menggiurkan. Aku berjalan ke halaman depan.
“Aha.. Koran baru sudah datang”, kataku dalam hati melihat surat kabar pagi terbitan hari ini tergeletak di dekat pintu pagar. Kuambil surat kabar itu. Langsung aku duduk di kursi di teras sambil membacanya. Sebagai mahasiswa fakultas ekonomi aku sangat menyukai berita-berita tentang perekonomian Indonesia termasuk krisis ekonomi berkepanjangan yang tengah melanda Indonesia. Kubolak-balik halaman-halaman surat kabar. Mataku tertumbuk pada sebuah iklan satu kolom yang cukup mencolok.
“Dicari, gadis berusia 17 sampai 25 tahun. Wajah dan penampilan menarik. Bertubuh ramping. Tinggi minimal 165 cm dengan berat yang sesuai. Dapat bergaya. Berminat untuk menjadi foto model. Peminat diharapkan datang sendiri ke **** Agency, Jl. Cempaka Putih **** , Jakarta Pusat.”
“Aku bisa diterima apa nggak ya?” Aku bertanya dalam hati. Memang sih, kupikir-pikir aku memenuhi syarat-syarat yang diminta. Usiaku baru menginjak 20 tahun. Tubuhku ramping dengan tinggi 170 cm, seimbang dengan ukuran dadaku yang di atas rata-rata wanita seusiaku. Wajahku cantik. Teman-temanku bilang aku perpaduan antara Desy Ratnasari dan Maudy Kusnadi. Tapi menurutku sih mereka terlalu memujiku berlebih-lebihan.
Ah, coba-coba saja aku melamar. Siapa tahu aku diterima jadi foto model. Kan lumayan buat menambah penghasilan. Aku masuk ke dalam rumah, ke kamarku. “Pakai baju apa ya enaknya?” batinku. Ah ini saja. Kukenakan blus biru muda dan celana panjang jeans belel yang cukup ketat yang baru saja beberapa hari yang silam kubeli di Cihampelas, Bandung.
Mobil Feroza yang kukendarai memasuki jalan yang disebut dalam iklan. Ah, mana ya nomor **** ? Nah ini dia. Rumahnya sih cukup mentereng. Di halamannya terpampang papan nama “**** Agency Photo Studio & Modelling. Menerima anggota baru.” Wah benar ini tempatnya. Kuparkir mobilku di pinggir jalan. Di sana sudah banyak bertengger mobil-mobil lain. Aku masuk ke dalam. Astaga! Di dalam sudah banyak cewek-cewek cantik. Pasti mereka juga adalah pelamar sepertiku. Sejenak mereka memandangku ketika aku masuk. Mungkin mereka kagum melihat kecantikan wajahku dan kemolekan tubuhku. Kucari tempat duduk yang kosong setelah sebelumnya mendaftarkan diriku di meja pendaftaran.
Gila, hampir semua tempat duduk terisi. Nah, itu dia ada satu yang kosong di sebelah seorang cewek yang cantik sekali, keturunan Indo. Wajahnya mirip Cindy Crawford. Kelihatannya ia sebaya denganku. Tapi astaga, ia memakai baju yang berdada rendah alias “you can see,” dan rok jeans mini yang cukup ketat, sehingga menampakkan pangkal payudaranya yang berukuran cukup besar. Ia nampak memandangku dan tersenyum. Melihatnya aku menjadi minder. Wah, sainganku ini top sekali. Apakah mungkin aku terpilih menjadi foto model di sini? Satu persatu para pelamar dipanggil ke ruang pengetesan, sampai si Indo di sampingku tadi dipanggil juga. Semua pelamar yang sudah dites keluar lewat pintu lain. Akhirnya namaku dipanggil juga.
“Hanny K**** (edited) dipersilakan masuk ke dalam.”
Aku pun masuk ke dalam dan disambut oleh seorang pria bertubuh agak gemuk.
“Kenalkan aku Adolf, direktur sekaligus pemilik agensi ini. Siapa nama kamu tadi? Oh ya, Hanny, nama yang bagus, sebagus orangnya. Sekarang giliran kamu dites. Coba kamu berdiri di sana.”
Aku pun menurut saja dan menuju tempat yang ditunjuk oleh Adolf, di bawah lampu sorot yang cukup terang dan di depan sebuah kamera foto.
“Coba kamu lihat-lihat contoh-contoh foto ini. Pilih lima gaya di antaranya. Aku akan mengetes apakah kamu bisa bergaya. Jangan malu-malu, don’t be shy!” kata Adolf sembari memberiku sebuah album foto. Aku melihat foto-foto di dalamnya. Ah ini sih seperti gaya foto model di majalah-majalah! Mudah amat! Lalu aku memilih lima gaya yang menurutku bagus. Setelah itu, jepret sana, jepret sini, lima gaya sudah aku berpose dan dipotret. Tapi Adolf belum mempersilakan aku keluar ruangan. Dia kelihatannya seperti berpikir sejenak.
“Nah, sekarang, Han. Coba kamu buka kancing-kancing bagian atas blus kamu. Nggak usah malu. Biasa-biasa aja lah!”
Kupikir tak apa-apa lah kali ini. Kubuka beberapa kancing atas blusku sehingga terlihat BH yang kupakai. Mata Adolf sekilas berubah saat melihat pangkal payudaraku yang montok. Lalu aku dipotret lagi dengan pose-pose yang sensual.
“Nah, begitu kan yahud. Sekarang coba buka baju kamu semuanya.”
Wah! Ini sih mulai kelewatan!
“Ayolah, jangan malu-malu!”
Sebenarnya dalam hati aku menolak. Akan tetapi biarlah, karena aku sejak kecil selalu mengidam-idamkan ingin menjadi foto model.
Dengan perlahan-lahan kutanggalkan blus dan celana panjangku. Mata Adolf tanpa berkedip memandangi tubuh mulusku yang hanya ditutupi oleh BH dan celana dalam. Aku sedikit menggigil kedinginan hanya berpakaian dalam di ruangan yang ber-AC ini. Namun Adolf tidak mengindahkannya. Ia malah menyuruhku menanggalkan busana yang masih tersisa di tubuhku. Ah, gila ini! Tapi cueklah, hanya berdua ini! Lalu dengan membelakangi Adolf, kulepas BH-ku. Kusilangkan tanganku di dada menutupi payudaraku.
“Han, masak kamu balik badan begitu. Bagaimana aku bisa mengetesmu.”
Aku membalikkan tubuh menghadap Adolf. Adolf menyuruhku menurunkan tangan yang menutupi payudaraku. Adolf terpana menyaksikan payudaraku yang montok dan berisi dengan puting susunya yang tinggi menantang berwarna kecoklatan segar, tanpa tertutup oleh selembar benang pun. Aku menjadi risih pada pandangan matanya. Adolf menyuruhku melepas celana dalamku. Ia semakin melotot melihat bagian kemaluanku yang ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang masih tipis. Sekilas kulihat kemaluan di balik celana panjangnya menegang.
“Nah, sekarang kamu diam di situ. Akan kuukur tubuhmu, apakah memenuhi syarat”, kata Adolf sambil mengambil meteran untuk menjahit. Pertama kali dia mengukur ukuran vital dadaku. Ia melingkarkan meterannya melalui payudaraku. Dengan sengaja tangan Adolf menyentil puting susuku sebelah kanan sehingga membuatku meringis kesakitan. Tapi aku diam merengut saja.
“Kamu beruntung memiliki payudara yang indah seperti ini”, kata Adolf sambil mencolek belahan payudaraku.
“Nah, sudah selesai sekarang.” Aku merasa lega. Akhirnya selesailah pelecehan seksual yang terpaksa kuterima ini.
“Jadi saya sudah boleh keluar?” tanyaku.
“Eit! Siapa bilang kamu sudah boleh keluar?! Nanti dulu, manis!”
Wah, kacau! Apa gerangan yang ia inginkan lagi?
“Susan!” Adolf memanggil seseorang.
Seorang gadis cantik keluar dari ruangan lain, telanjang bulat. Ya ampun, ternyata ia adalah cewek Indo yang tadi duduk di sampingku di ruang tunggu. Payudaranya yang montok bergantung indah di dadanya, seimbang dengan pinggulnya yang montok pula. Aku bertanya-tanya apa arti dari semua ini.
“Nah, sekarang coba kamu lihat, Hanny. Susan ini adalah satu-satunya pelamar yang berhasil terpilih. Mengapa? Sebab ia cocok dengan profil foto model yang saya inginkan untuk proyek kalender bugil yang akan saya edarkan di luar negeri. Kalo kamu ingin berhasil seperti Susan, kamu harus berani seperti dia, Han”, kata Adolf sambil menunjuk ke arah gadis cantik yang bugil itu. Astaga! Batinku. Aku harus dipotret bugil. Bagaimana pandangan orang-orang terhadapku nanti apabila foto-foto telanjangku sampai dilihat orang-orang banyak?! Tapi kan cuma diedarkan di luar negeri?!
“Baiklah, tapi kali ini aja ya”, aku menyanggupinya. Akhirnya aku dipotret dalam beberapa pose. Pose yang pertama, aku disuruh berbaring tertelentang dengan pose memanjang di atas ranjang, dengan membuka pahaku lebar-lebar, sehingga menampakkan kemaluanku dengan jelas. Pose kedua, aku duduk mengangkang di tepi ranjang sementara Susan menjilati liang kemaluanku. Pose ketiga, aku dalam keadaan berdiri, sedangkan Susan dengan lidahnya yang mahir mempermainkan puting susuku. Pose keempat, aku masih berdiri, sementara Susan berdiri di belakangku dan berbuat seolah-oleh kami berdua sedang bersenggama. Susan berperan sebagai seorang pria yang sedang menghujamkan batang kemaluannya ke dalam liang kewanitaanku, sedangkan tangannya meremas-remas kedua belah payudaraku yang indah. Dan aku diminta memejamkan mataku, seakan-akan aku sedang terbuai oleh kenikmatan yang tiada taranya. Semua itu adalah pose-pose yang membangkitkan nafsu birahi bagi kaum pria namun amat memuakkan bagi diriku.
Tiba-tiba kurasakan kedua belah payudaraku diremas-remas dengan lebih keras, bahkan lebih kasar. Aku meronta-ronta kesakitan. Aku menoleh ke belakang. Astaga! Ternyata yang di belakangku sudah bukan Susan lagi, melainkan Adolf yang sekarang tengah mempermainkan payudaraku dengan seenaknya! Entah Susan sudah ke mana perginya.
“Jangan, Pak! Jangan!” Aku memberontak-berontak sebisa-bisanya. Tapi semua itu tidak ada hasilnya. Tangan Adolf lebih kuat mendekapku kencang-kencang sampai aku hampir tidak bisa bernafas.
“Kamu memang benar-benar cantik, Hanny”, kata Adolf sambil mencium tengkukku sementara tangannya masih terus merambah kedua bukit yang membusung di dadaku.
Tiba-tiba dengan kasar, Adolf mendorongku, sehingga aku jatuh tertelentang di sofa. Melihat tubuh mulusku yang sudah tergeletak pasrah di depannya, nafas Adolf memburu bagai dikejar setan. Matanya melotot seperti mau meloncat keluar melihat keindahan tubuh di depannya. Kututup payudaraku dengan tanganku, tapi Adolf menepiskannya. Betapa belahan payudaraku sangat lembut dan merangsang ketika mulut Adolf mulai menjamahnya. Payudaraku yang putih bersih itu memang menggiurkan. Mulut Adolf dengan buas menjilat dan melumat bagian puncak payudaraku, lalu mengisap puting susuku bergantian, sehingga aku menggelinjang kegelian. Nafasku ikut memburu kala tangan Adolf mulai merayap ke selangkanganku, meraba-raba pahaku dari pangkal sampai lutut. Lalu betisku yang mulus itu.
Aku hampir-hampir tak bisa bernafas lagi ketika mulut Adolf terus mengisap dan menyedot puting susuku. Aku meronta-ronta. Tapi Adolf terus mendesak dan melumat puting susuku yang runcing kemerahan itu. Seumur hidupku, belum pernah aku diperlakukan sedemikian lupa oleh lelaki manapun, dan kini aku harus menyerahkan diriku pada Adolf.
Adolf mencoba mendorong batang kemaluannya masuk ke dalam liang senggamaku yang sempit. Ia sudah tak kuat lagi membendung nafsunya yang memuncak ketika batang kemaluannya bergesekan dengan liang kewanitaanku yang merah terbuka. Batang kemaluan Adolf akhirnya menghujam seluruhnya ke dalam liang kenikmatanku. Aku menjerit ketika liang kewanitaanku diterobos oleh batang kemaluan Adolf yang tegang dan panjang. Betapa perih ketika “kepala meriam” itu terus masuk ke dalam liang kewanitaanku, yang belum pernah sekalipun merasakan jamahan laki-laki.
Aku mencoba memberontak sekuat tenaga lagi. Tapi apa daya, Adolf lebih kuat. Lagipula aku sudah lemas, tenagaku sudah hampir habis. Terpaksa aku hanya dapat menerima dengan pasrah digagahi oleh Adolf. Dan akhirnya, aku merasa tak kuat lagi. Setelah itu aku tak ingat apa-apa lagi. Aku tak sadarkan diri.
Saat aku siuman, aku menyadari diriku masih tergeletak telanjang bulat di sofa dengan cairan-cairan kenikmatan yang ditembakkan dari batang kemaluan Adolf berhamburan di sekujur perut dan dadaku. Sementara kulihat ruangan itu telah kosong. Segera kukenakan pakaianku kembali dan bergegas ke luar ruangan. Kukebut Feroza-ku pulang ke rumah dan bersumpah tak akan pernah kembali lagi ke tempat terkutuk itu!
Cerita Sex Dewasa 17++ DiJamin Horny !!! Cerita Ngentot Memek, Perkosaan, Incest, Setengah Baya, Daun Muda, dan sebagainya semua ada disini...
Tampilkan postingan dengan label ngentot memek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ngentot memek. Tampilkan semua postingan
Jumat, 04 November 2011
Jumat, 04 Maret 2011
Nina oh nina
Sudah merupakan rutinitas jika dalam liburan panjang Aku menginap dirumah Om Bagas dan Tante Rita di Jakarta. Karena kebetulan juga, tempat kerjaku adalah di sebuah sekolah terkenal di Manado. Jadi, kalau pas liburan panjang, otomatis aku juga libur kerja. Tapi sudah sekitar 6 tahun Aku tak pernah lagi liburan ke Jakarta karena sibuk mengurusi kerjaan yang menumpuk. Baru pada tahun 2002 lalu Aku bisa merasakan nikmatnya liburan panjang. Rumah Om Bagas bisa digolongkan pada rumah mewah yang besar. Walaupun begitu, rumahnya sangat nyaman. Itulah sebabnya aku senang sekali bisa liburan ke sana.
Aku tiba di rumah Om Bagas pada pukul 22.00. karena kelelahan aku langsung tidur pulas. Besok paginya, aku langsung disambut oleh hangatnya nasi goreng untuk sarapan pagi. Dan yang bikin aku kaget, heran bercampur kagum, ada sosok gadis yang dulunya masih kelas 4 SD, tapi kini sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita. Namanya Nina. Kulitnya yang putih, matanya yang jernih, serta tubuhnya yang indah dan seksi, mengusik mataku yang nakal.“Hallo Kak..! Sorry, tadi malam Nina kecapean jadi tidak menjemput kakak. Silahkan di makan nasi gorengnya, ini Nina buat khusus dan spesial buat Kakak.” Katanya sembari menebarkan senyumnya yang indah. Aku langsung terpana.
“Ini benar Nina yang dulu, yang masih ingusan?” Kataku sambil ngeledek.
“Ia, Nina siapa lagi! Tapi udah enggak ingusan lagi, khan?” katanya sambil mencibir.
“Wah..! Udah lama enggak ketemu, enggak taunya udah gede. Tentu udah punya pacar, ya? sekarang kelas berapa?” tanyaku.
“Pacar? Masih belum dikasih pacaran sama Papa. Katanya masih kecil. Tapi sekarang Nina udah naik kelas dua SMA, lho! Khan udah gede?” jawabnya sambil bernada protes terhadap papanya.
“Emang Nina udah siap pacaran?” tanyaku.
Nina menjawab dengan enteng sambil melahap nasi goreng.
“Belum mau sih..! Eh ngomong-ngomong nasinya dimakan, dong. Sayang, kan! Udah dibuat tapi hanya dipelototin.”
Aku langsung mengambil piring dan ber-sarapan pagi dengan gadis cantik itu. Selama sarapan, mataku tak pernah lepas memandangi gadis cantik yang duduk didepanku ini.
“Mama dan Papa kemana? koq enggak sarapan bareng?” tanyaku sambil celingak-celinguk ke kiri dan ke nanan.
Nina langsung menjawab, “Oh iya, hampir lupa. Tadi Mama nitip surat ini buat kakak. Katanya ada urusan mendadak”.
Nina langsung menyerahkan selembar kertas yang ditulis dengan tangan. Aku langsung membaca surat itu. Isi surat itu mengatakan bahwa Om Bagas dan Tante Rita ada urusan Kantor di Surabaya selama seminggu. Jadi mereka menitipkan Nina kepadaku. Dengan kata lain Aku kebagian jaga rumah dan menjaga Nina selama seminggu.
“Emangnya kamu udah biasa ditinggal kayak gini, Nin?” tanyaku setelah membaca surat itu.
“Wah, Kak! seminggu itu cepat. Pernah Nina ditinggal sebulan” jawabnya.
“Oke deh! sekarang kakak yang jaga Nina selama seminggu. Apapun yang Nina Mau bilang saja sama kakak. Oke?” kataku.
“Oke, deh! sekarang tugas kakak pertama, antarkan Nina jalan-jalan ke Mall. Boleh, Kak?” Nina memohon kepadaku.
“Oh, boleh sekali. Sekarang aja kita berangkat!” setelah itu kami beres-beres dan langsung menuju Mall.
Siang itu Nina kelihatan cantik sekali dengan celana Jeans Ketat dan kaos oblong ketat berwarna merah muda. Semua serba ketat. Seakan memamerkan tubuhnya yang seksi.
Pulang Jalan-jalan pukul 19. 00 malam, Nina kecapean. Dia langsung pergi mandi dan bilang mau istirahat alias tidur. Aku yang biasa tidur larut pergi ke ruang TV dan menonton acara TV. Bosan menonton acara TV yang kurang menyenangkan, Aku teringat akan VCD Porno yang Aku bawa dari Manado. Sambil memastikan Nina kalau sudah tidur, Aku memutar Film Porno yang Aku bawa itu. Lumayan, bisa menghilangkan ketegangan akibat melihat bodinya Nina tadi siang.
Karena keasyikan nonton, Aku tak menyadari Nina udah sekitar 20 menit menyaksikan Aku Menonton Film itu.
Tiba-tiba, “Akh..! Nina memekik ketika di layar TV terlihat adegan seorang laki-laki memasukkan penisnya ke vagina seorang perempuan. Tentu saja Aku pucat mendengar suara Nina dari arah belakang. Langsung aja Aku matikan VCD itu.
“Nin, kamu udah lama disitu?” tanyaku gugup.
“Kak, tadi Nina mau pipis tapi Nina dengar ada suara desahan jadi Nina kemari” jawabnya polos.
“Kakak ndak usah takut, Nina enggak apa-apa koq. Kebetulan Nina pernah dengar cerita dari teman kalo Film Porno itu asyik. Dan ternyata benar juga. Cuma tadi Nina kaget ada tikus lewat”. Jawab Nina. Aku langsung lega.
“Jadi Nina mau nonton juga?” pelan-pelan muncul juga otak terorisku.
“Wah, mau sekali Kak!” Langsung aja ku ajak Nina menonton film itu dari awal.
Selama menonton Nina terlihat meresapi setiap adegan itu. Perlahan namun pasti Aku dekati Nina dan duduk tepat disampingnya.
“Iseng-iseng kutanya padanya “Nina pernah melakukan adegan begituan?” Nina langsung menjawab tapi tetap matanya tertuju pada TV.
“Pacaran aja belum apalagi adegan begini.”
“Mau ndak kakak ajarin yang kayak begituan. Aysik, lho! Nina akan rasakan kenikmatan surga. Lihat aja cewek yang di TV itu. Dia kelihatannya sangat menikmati adegan itu. Mau ndak?” Tanyaku spontan.
“Emang kakak pandai dalam hal begituan?” tanya Nina menantang.
“Ee..! nantang, nih?” Aku langsung memeluk Nina dari samping. Eh, Nina diam aja. Terasa sekali nafasnya mulau memburu tanda Dia mulai terangsang dengan Film itu.
Aku tak melepaskan dekapanku dan Sayup-sayup terdengar Nina mendesah sambil membisikkan, “Kak, ajari Nina dong!”. Aku seperti disambar petir.
“Yang benar, nih?” tanyaku memastikan. Mendengar itu Nina langsung melumat bibirku dengan lembut. Aku membiarkan Dia memainkan bibirku. Kemudian Nina melepas lumatannya.
“Nina serius Kak. Nina udah terangsang banget, nih!” Mendengar itu, aku langsung tak menyia-nyiakan kesempatan. Aku langsung melumat bibir indah milik Nina. Nina menyambut dengan lumatan yang lembut.
Tiga menit kemudian entah siapa yag memulai, kami berdua telah melepaskan pakaian kami satu persatu sampai tak ada sehelai benangpun melilit tubuh kami. Ternyata Nina lebih cantik jika dilihat dalam kondisi telanjang bulat. Aku mengamati setiap lekuk tubuh Nina dengan mataku yang jelalatan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sempurna. Nina memiliki tubuh yang sempurna untuk gadis seumur dia. Susunya yang montok dan padat berisi, belum pernah tersentuh oleh tangan pria manapun.
“Koq Cuma dilihat?” Lamunanku buyar oleh kata-kata Nina itu. Merasa tertantang oleh kata-katanya, Aku langsung membaringkan Nina di Sofa dan mulai melumat bibirnya kembali sambil tanganku dengan lembutnya meremas-remas susunya Nina yang montok itu. Nina mulai mendesah-desah tak karuan.
Tak puas hanya meremas, semenit kemudian sambil tetap meremas-remas, Aku menghisap puting susu yang berwarna merah muda kecoklatan itu, bergantian kiri dan kanan.
“Oh.. Kak.. Kak..! Enak se.. ka.. li.. oh..!” desah Nina yang membakar gairahku. Jilatanku turun ke perut dan pusar, lalu turun terus sampai ke gundukan kecil milik Nina yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang masih sedikit.
“Ah.. Geli sekali, Kak.. Oh.. nikmat..!” desah Nina waktu Aku jilat Kelentitnya yang mulai mengeras karena rangsangan hebat yang aku ciptakan. Tanganku tak pernah lepas dari Susu Nina yang montok itu. Tiba-tiba, Nina memekik dan melenguh tertahan sambil mengeluarkan cairan vagina yang banyak sekali.
“Akh.. ah.. oh.. e.. nak.. Kak.. oh..!” Itulah orgasme pertamanya. Aku langsung menelan seluruh cairan itu. Rasanya gurih dan nikmat.
“Gimana Enak, Nin?” tanyaku sambil mencubit puting susunya.
“Wah, Kak! Nikmat sekali. Rasanya Nina terbang ke surga.” Jawabnya sambil meraih baju dalamnya. Melihat itu, Aku langsung mencegahnya.
“Tunggu, Masih ada yang lebih nikmat lagi.” Kataku.
“Sekarang kakak mau ajarin Nina yang kayak begitu” sambil menunjuk adegan di TV dimana serang perempuan yang sedang menghisap penis laki-laki.
“Gimana, mau?” Tanyaku menantang.
“Oke deh!” Nina menjawab dan langsung meraih penisku yang masih tertidur. Nina mengocok perlahan penisku itu seperti yang ada di TV. Lalu dengan malu-malu Dia memasukkannya ke mulutnya yang hangat sambil menyedot-nyedot dengan lembut. Mendapat perlakuan demikian langsung aja penis ku bangun. Terasa nikmat sekali diperlakukan demikian. Aku menahan Air maniku yang mau keluar. Karena belum saatnya. Setelah kurang lebih 15 menit diemut dan dibelai olah tangan halus Nina, penisku udah siap tempur.
“Nah sekarang pelajaran yang terakhir” Kataku. Nina menurut aja waktu Aku angkat Dia dan membaringkan di atas karpet. Nina juga diam waktu Aku mengesek-gesek penisku di mulut vaginanya yang masih perawan itu. Karena udah kering lagi, Aku kembali menjilat kelentit Nina sampai Vaginanya banjir lagi dengan cairan surga. Nina hanya pasrah saja ketika Aku memasukkan penisku ke dalam vaginanya.
“Ah.. Sakit, Kak.. oh.. Kak..!” jerit Nina ketika kepala penisku menerobos masuk. Dengan lembut Aku melumat bibirnya supaya Nina tenang. Setelah itu kembali Aku menekan pinggulku.
“Oh.. Nina.. sempit sekali.. Kamu memang masih perawan, oh..!” Nina hanya memejamkan mata sambil menahan rasa sakit di vaginanya.
Setelah berjuang dengan susah payah, Bless..!
“Akh.. Kak.. sakit..!” Nina memekik tertahan ketika Aku berhasil mencoblos keperawanannya dengan penisku. Terus saja Aku tekan sampai mentok, lalu Aku memeluk erat Nina dan berusaha menenangkan Dia dengan lumatan-lumatan serta remasan-remasan yang lembut di payudaranya. Setelah tenang, Aku langsung menggenjot Nina dengan seluruh kemampuanku.
“Oh.. e.. oo.. hh.., ss.. ah..!” Nina mendesah tanpa arti. Kepalanya kekanan-kekiri menahan nikmat. Nafasnya mulai memburu. Tanganku tak pernah lepas dari payudara yang sejak tadi keremas-remas terus. Karena masih rapat sekali, penisku terasa seperti di remas-remas oleh vaginanya Nina,
“Oh.. Nin, enak sekali vaginamu ini, oh..!” Aku mendesah nikmat.
“Gimana, enak? nikmat?” tanyaku sambil terus menggenjot Nina.
“enak.. sekali, Kak.. oh.. nikmat. Te.. rus.. terus, Kak.. oh..!” Desah Nina.
Setelah kurang lebih 25 menit Aku menggenjot Nina, tiba-tiba Nina mengejang.
“K.. Kak..! Nina udah enggak tahan. Nina mau pi.. piss.. oh..!” Kata Nina sambil tersengal-sengal.
“Sabar, Nin! Kita keluarkan Bersama-sama, yah! Satu..” Aku semakin mempercepat gerakan pinggulku.
“Dua.., Ti.. nggak.. oh.. yess..!” Aku Menyemburkan Spermaku, croot.. croot.. croott..! Dan bersamaan dengan itu Nina juga mengalami orgasme.
“Akh.. oh.. yess..!” Nina menyiram kepala penisku dengan cairan orgasmenya. Terasa hangat sekali dan nikmat. Kami saling berpelukan menikmati indahnya orgasme. Setelah penisku menciut di dalam vagina Nina, aku mencabutya. Dan langsung terbaring di samping Nina. Kulihat Nina masih tersengal-sengal. Sambil tersenyum puas, Aku mengecup dahi Nina dan berkata
“Thank’s Nina! Kamu telah memberikan harta berhargamu kepada kakak. Kamu menyesal?” Sambil tersenyum Nina menggelengkan kepalanya dan berkata,
“Kakak hebat. Nina bisa belajar banyak tentang Sex malam ini. Dan Nina Serahkan mahkota Nina karena Nina percaya kakak menyayangi Nina. Kakak tak akan ninggalin Nina. Thank’s ya Kak! Yang tadi itu nikmat sekali. Rasanya seperti di surga.”
Kemudian kami membenahi diri dan membersihkan darah perawan Nina yang berceceran di karpet. Masih memakai BH dan celana dalam, Nina minta Aku memandikan Dia seperti yang Aku lakukan sekitar enam tahun yang lalu. Aku menuruti kemauannya. Dan kamipun madi bareng malam itu. Sementara mandi, pikiran ngereskupun muncul lagi ketika melihat payudara Nina yang mengkilat kena air dari shower. Langsung aja kupeluk Nina dari belakang sambil kuremas payudaranya.
“Mau lagi nih..!” Kata Nina menggoda. Birahiku langsung naik digoda begitu.
“Tapi di tempat tidur aja, Kak. Nina capek berdiri” kata Nina berbisik. Aku langsung menggendong Nina ke tempat tidurnya dan menggenjot Nina di sana. Kembali kami merasakan nikmatnya surga dunia malam itu. Setelah itu kami kelelahan dan langsung tertidur pulas.
Pagi harinya, aku bangun dan Nina tak ada disampingku. Aku mencari-cari tak tahunya ada di dapur sedang menyiapkan sarapan pagi. Maklum tak ada pembantu. Kulihat Nina hanya memakai kaos oblong dan celana dalam saja. Pantatnya yang aduhai, sangat elok dilihat dari belakang. Aku langsung menerjang Nina dari belakang sambil mengecup leher putihnya yang indah. Nina kaget dan langsung memutar badannya. Aku langsung mengecup bibir sensualnya.
“Wah.. orang ini enggak ada puasnya..!” kata Nina Menggoda. Langsung saja kucumbu Nina di dapur. Kemudian Dia melorotkan celana dalamku dan mulai menghisap penisku. Wah, ada kemajuan. Hisapannya semakin sempurna dan hebat. Aku pun tak mau kalah. Kuangkat Dia keatas meja dan menarik celana dalamnya dengan gigiku sampai lepas. Tanganku menyusup ke dalam kaos oblongnya. Dan ternyata Nina tak memakai BH. Langsung aja kuremas-remas susunya sambil kujilat-jilat kelentitnya. Nina minta-minta ampun dengan perlakuanku itu dan memohon supaya Aku menuntaskan kerjaanku dengan cepat.
“Kak.. masukin, Kak.. cepat.. oh.. Nina udah enggak tahan, nih!” Mendengar desahan itu, langsung aja kumasukkan penisku kedalam lubang surganya yang telah banjir dengan cairan pelumas. Penisku masuk dengan mulus karena Nina sudah tidak perawan lagi kayak tadi malam. Dengan leluasa Aku menggenjot Nina di atas meja makan.
Setelah sekitar 15 menit, Nina mengalami orgasme dan disusul dengan Aku yang menyemburkan spermaku di dalam vagina Nina.
“Oh.. enak.. Kak.. akh..!” desah Nina. Aku melenguh dengan keras
“Ah.. yes..! Nina, kamu memang hebat..”
Setelah itu kami sarapan dan mandi sama-sama. Lalu kami pergi ke Mall. Jalan-jalan.
Begitulah setiap harinya kami berdua selama seminggu. Setelah itu Om Bagas dan Tante Rita pulang tanpa curiga sedikitpun kamipun merahasiakan semuanya itu. Kalau ada kesempatan, kami sering melakukkannya di dalam kamarku selama sebulan kami membina hubungan terlarang ini. Sampai Aku harus pulang ke Manado. Nina menangis karena kepergianku. Tapi Aku berjanji akan kembali lagi dan memberikan Nina Kenikmatan yang tiada taranya.
Selasa, 09 November 2010
Vivie
Sore itu Vie dikagetkan oleh sebuah sms dari mantannya sebelum aku yang berisi:
"aku kangen, kamu dimana sekarang? boleh ketemu?",
karena semenjak putus 4 tahun lalu si mantan memang tidak pernah mengubunginya lagi
dan apalagi dia tahu kalo aku tidak suka kalo Vie masih berhubungan dengan mantannya yang pernah menodainya dulu.
Vie hanya menjawab singkat bahwa saat ini dia berada di Jakarta,
dan si mantan me-reply bahwa saat ini dia sedang di Jakarta untuk bertugas
(setahu Vie si mantan bekerja di salah satu kota di Jawa Tengah).
Vie tidak langsung megiyakan ajakan itu karena dia tahu
aku pasti marah kalau sampai dia tahu aku menemui mantannya itu....
namun saat itu Vie memang sedang kesal juga denganku yang sering meninggalkannya
tugas baik didalam atau luar negeri....dalam benaknya Vie berpikir mungkin tidak apa2
untuk hanya sekedar bertemu dengan lelaki yang pernah dekat dengannya itu.....
saat Vie masih melamun bimbang mengenai jawaban ajakan itu tiba2 hp-nya berdering.....
Mantan : "Halo Vie...apa kabar? sudah lama ya kita gak bertemu..
mumpung aku lg di Jakarta ketemuan yukk...yah cuma ngobrol2 aja seh..nostalgia hahaha.."
Vie : "Kabarku baik..gimana kabarmu? uhm memang berapa lama kamu di Jakarta?
aku gatau kita bisa ketemuan apa enggak....nanti aku kabarin lagi yah..."
Mantan : "Okay...kalo bisa seh sempetin karena aku cuma 2 hari di Jakarta.....
nanti aku sms lagi yah..aku lanjut kerja dulu..bye"
Vie : "Iya...mudah2an aku ada waktu..bye..met kerja"
Keesokan hari saat Vie baru saja pulang kerja...
tiba2 muncul sms dari mantannya kembali yang berisi:
"Vie kalau kamu bisa kita ketemuan di plaza XXXX".
Vie tidak langsung menjawab sms tersebut,
dia masih bimbang antara bertemu atau tidak karena dia malas sekali untuk pergi keluar...
dan lagi saat itu kota Jakarta macet..seperti biasanya....
akhirnya Vie menjawab: "kita ketemuan di kosku aja...aku lg males keluar...
bawa makanan yah...kosku di jalan XXX nomor XXX", jawab Vie melalui sms.
Kos Vie berada di lantai paling atas dan hanya ada beberapa kamar dilantai tersebut....
ditengah kamar2 tersebut ada ruang tamu dan TV untuk penghuni kos menerima tamu...
Vie biasanya menghabiskan waktu menonton TV di ruang tamu itu sambil ngemil....
Saat waktu menunjukkan pukul 7.45 pm,
Vie menerima sms bahwa si mantan sudah berada di lantai bawah dan Vie menyuruhnya untuk
langsung naik keatas karena saat itu memang Vie sedang asyik menonton acara cable TV kesukaannya,
Vie mengenakan celana pendek ketat dan kaos tanpa lengan favoritnya....
sebenarnya Vie sedang deg2an karena biar bagaimanapun lelaki ini pernah ada dihatinya
dan apalagi lelaki ini pernah 'merasakan' tubuhnya dengan paksa.
Vie sempat tertegun saat si mantan kini berada dihadapannya,
tidak ada yang berubah...tubuhnya tetap sama, agak besar dengan kulit coklat sawo matangnya...
dan senyum yg pernah meluluhkan hati Vie....
Vie mempersilahkannya duduk dan mereka pun memulai perbincangan ringan
seputar keberadaan mereka selama berpisah 4 tahun belakangan ini.
Obrolan mereka semakin seru dan diselingi dengan canda tawa yang Vie pernah rasakan 4 tahun lalu saat bersamanya...
si mantan memang orang yang menyenangkan untuk diajak ngobrol menurut cerita Vie...
namun sifat posesif dan 'pemaksanya'lah yang membuat Vie tidak tahan dan akhirnya jatuh ke pelukanku.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 pm
dan Vie tak sadar bahwa saat itu suasana kos sangat sepi mengingat
beberapa teman kosnya adalah pramugari yang harus bekerja tak kenal waktu....
mereka semakin larut dalam obrolan nostalgia saat masih bersama....
dan saat suasana hening tiba2 si mantan membuka perbincangan yang cukup 'mengganggu' Vie....
Mantan : "maaf nih Vie..aku cuma tanya....
kamu dah ngapain aja sama pacarmu yg sekarang? apa sudah pernah melakukan yg pernah kita lakukan dulu"
Vie : "kok kamu tanya gitu seh? itu kan 'rahasia perempuan'....", jawab Vie sambil sedikit bercanda....
Mantan : "yah aku kan cuma tanya...soalnya tiap deket sama kamu...aku selalu deg2an....."
Vie : "deg2an gimana maksudnya?"
Mantan : "deg2an....pgn cium dan sentuh kamu....uhmm maaf ya Vie....,
memang dulu kita tidak sempat sampai bersetubuh tapi perlakuanku ke kamu memang memalukan..."
Vie : "mmmm....memang dulu kamu ngapain aku aja? buatku yg sudah ya sudah....",
jawab Vie dengan polos...ya..Vie kadang terlalu polos dan tidak tahu bahwa ada 'macan' yang siap menerkamnya....seperti bos gilanya itu!!!
Mantan : "dulu aku memang suka maksa pgn liat kamu naked...
dan selalu minta kamu untuk isep 'itu'ku....tp kan aku gak sampe setubuhin kamu..."
Vie : "iyah...memag tidak..tp kamu inget waktu ngiket aku,
telanjangi aku, dan coba nusukin 'itu'mu ke punyaku? aku bener2 takut sama kamu saat itu...."
Mantan : "....mmmm..maaf Vie...saat itu aku benar2 gak bisa tahan lagi...
tp kamu kan ngancem teriak..jd 'itu'ku ga sempet masuk....
yah cuma 'kepala'nya doank seh kayaknya.....
tp akhirnya aku tarik dan sodorin ke mulutmu untuk minta di....mmmm..yah gitu deh"
Vie : "sudahlah!!!...kita ga usah bahas lagi...aku sudah maafin kamu kok...."
Vie mulai merasa ga nyaman dengan pembicaraan seputar gaya pacaran mereka waktu dulu,
dan berusaha untuk menghentikkan pembicaraan itu....namun....
Mantan : "Vie....setelah ini aku akan tugas diluar untuk waktu yg lama sekali...
jujur aku masih sayang sama kamu.....aku boleh minta tolong?"
Vie : "minta tolong apa?...."
Mantan : "boleh gak aku menciummu sekali saja....
aku janji gak akan kasar...aku bener2 masih sayang sama kamu...."
Vie agak terenyuh dengan perkataan mantannya itu....
sebenarnya saat putus dulu Vie juga masih ada rasa namun....
'daya tarik'ku lebih besar sehingga dia memilih meninggalkannya....
Dengan mengangguk pelan Vie mengiyakan permintaan mantannya itu dan kini si mantan duduk mendekati Vie....
memegang lembut pipinya sambil mendekatkan bibirnya ke bibir mungil Vie....
dengan lembut si mantan mencium bibir Vie, mengulumnya pelan2...
dan kini bibir mereka saling berpagut sperti saat mereka berpacaran dulu.....
ciuman mantannya masih lembut seperti saat dulu mereka berpacaran
dan tak terasa Vie terbawa perasaan cinta lama yang pernah bersemi....
mereka masih melakukan french kiss di sofa ruang tamu kos itu sambil tangan kanan mantannya
mengusap2 lembut perlahan pipi dan leher jenjang Vie.
Tak cuma bibir Vie yang dikulum namun kini lidah Vie pun sudah disedotnya perlahan...
si mantan nampaknya begitu menikmati apa yang dipendam selama 4 tahun ini!
Tangan kiri mantannnya memeluk tubuh langsing Vie
sementara tangan kanannya mulai mengusap lembut lengan Vie
yang terbuka karena saat itu Vie sedang memakai 'youcansee'....
usapannya begitu lembut dan membuat bulu kuduk Vie meremang....
dan tiba2...tangan nakal itu menggenggam payudara kanan Vie...
YA...menggenggamnya dengan sangat lembut.....
tangan kiri Vie reflek mencoba menarik tangan nakal mantannya itu....
namun Vie kalah tenaga seperti4 tahun lalu saat Vie mengenakan seragam kuliah
dan ditelanjangi dengan paksa dikamar kos mantannnya itu.....
Vie tak dapat berkata2 karena bibir mungilnya masih tersumbat ciuman panas dari si mantan.
Tangan kanan mantannya mengusap2 tetek kanan Vie dengan ibu jarinya
dan secara perlahan usapan itu turun perlahan ke perut rata Vie.....
usapan demi usapan membuat jantung Vie berdegup kencang....
dan pelan tapi pasti tangan nakal mantannya itu mencoba masuk kedalam kaos tanpa lengan Vie
dan mengusap perut Vie....Vie kaget dan menarik diri dari ciuman si mantan....
Vie : "kamu ngapain? aku gak suka kalau kamu mulai begitu lagi......"
Mantan : "maaf Vie....aku terbawa suasana....aku...
uhmmm..aku hanya ingin merasakan keindahan saat kita berpacaran dulu..
sekali ini saja Vie....aku janji akan bener2 pergi dari kehidupanmu setelah ini....."
Sebagai wanita polos yang gampang tersentuh...Vie tak dapat berkata apa2....
dia hanya diam menatap pandangan sayu si mantan yang sebenarnya
adalah sandiwara agar bisa menikmati kembali tubuh Vie.......
Vie hanya duduk terdiam menatap wajah si mantan saat tangan kanan mantannya
masuk kedalam sela2 kaos tanpa lengannya....mengusap lembut perut ratanya.....
semakin naik perlahan...dan meraba tetek mungilnya yang masih ditutupi BH hitamnya...
si mantan mencoba mencari sela diantara ketatnya BH Vie...
dia berusaha menyentuh puting susu Vie yang dulu menjadi favoritnya untuk dikulum dan digigiti dengan lembut.
Vie : "aku ga'mau kamu kasar paksa aku kayak dulu...
kalau ini jadi permintaan terakhirmu...
biar aku pasrahin semuanya....kamu mau aku buka BH-ku?",
tampaknya Vie sudah tanpa tedeng aling2 lagi dengan permintaan 'aneh' mantannya itu...
Si mantan mengangguk pelan....dan menatap Vie membuka BH-nya pelan2....
dan kini bagian atas tubuh Vie hanya ditutupi sehelai kaos tanpa lengan
dengan puting susu mungilnya yang menonjol....
pandangan penuh napsu tertuju pada dua gundukan kecil yang menonjol dipayudara Vie tersebut...
dan dengan perlahan si mantan mengarahkan mulutnya ketonjolan kecil pada puting susu Vie...
dia menjilatnya dan mengulumnya dengan penuh perasaan...
seperti anak bayi yang me-netek diibunya....kaos Vie basah pada bagian tengah teteknya...
hanya pada bagian puting susunya saja....
si mantan netek bergantian dikedua puting susu Vie,
sementara Vie hanya mendesah pelan sambil mengingatkan untuk tidak menggigitnya terlalu kencang....
Puas memainkan puting susu Vie dengan mulutnya,
si mantan membuka kaos tanpa lengan Vie....
dan menatap napsu tubuh bagian Vie yang sudah telanjang....
dia menatap kedua tetek mungil Vie dengan puting susu coklat kemerahannya....
Mantan : "aku selalu gemes dengan payudara padatmu ini Vie....
pacarmu pasti sudah puas bgt netek sama kamu....skrg giliranku netek ya Vie sayang..."
Tanpa basa-basi si mantan menciumi tetek kiri Vie dan menjilatinya....
sementara tangan kanannya meremas tetek kanan Vie yang masih kencang itu.....
dia begitu menikmati sensasi netek di tetek mungil Vie..
dan tidak sejengkal pun bagian dari tetek Vie yang terlewatkan dari sapuan jilatan nakal si mantan....
Vie sudah sangat terangsang dengan perlakuan mantannya itu....
karena aku akui mantannya lebih lihai memainkan foreplay daripada aku yang sukanya maen 'tusuk' aja!
Mantan : "sayang...kocokin kontolku donk...
udah kangen bgt sama kocokanmu....", pinta si mantan sambil terus mengenyot puting susu Vie...
Entah terbawa suasana atau sekedar ingin 'memuaskan' si mantan utk trakhir kalinya...
Vie dengan refleks mengelus kontol besar mantannya yg sudah ngaceng berat didalam celana jeansnya...
dengan perlahan Vie membuka restleting celana jeans mantannya itu...
mengusap lembut kontolnya dari balik CD dan pelan2 mengeluarkan kontol besar yg sudah keras itu...
Vie menggenggamnya dengan lembut dan mulai mengocoknya perlahan-lahan.
Vie teringat saat dulu SMA pertama kali diminta mantannya utk mengocok kontol besar itu untuk pertama kalinya,
dia sangat malu namun si mantan terus memaksa
dan mengarahkan tangannya dengan kasar untuk menggenggam kontol untuk pertama kalinya.....
saat itu kocokan Vie tidak selihai sekarang....
dan si mantan nampaknya mulai menikmati kocokan2 nikmat pada kontolnya...
dia mendesah sambil membuat beberapa tanda merah2 pada kedua tetek Vie...
Mantan : "ahhhhhh...uuuhhhmm...VIe kamu tambah pinter ngocok ya sekarang..
pasti dah sering ngocokin KONTOL yah kamu...", gumam tak jelas si mantan sambil menciumi leher jenjang Vie....
Vie hanya diam menanggapi ocehan tak jelas mantannya itu..
Ia hanya mendesah saat leher jenjangnya dijilati si mantan dengan lembut
dan rangsangan itu membuat ritme kocokannya menjadi semakin cepat tak teratur.....
Perlahan si mantan menciumi Vie mulai dari bibir, leher, tetek, hingga ke perutnya....
perlakuan itu membuat Vie menggelinjang kegelian....
dan tiba2 mantannya itu duduk dilantai tepat didepan Vie sedang duduk disofa....
pelan2 si mantan membuka celana pendek dan CD Vie.....
mengusap lembut paha mulusnya dan kini Vie duduk polos
sambil mengangkangi tubuh besar mantannya yang duduk dilantai tepat didepannya.
Dengan satu gerakan tiba2....si mantan mengangkat kedua kaki Vie keatas sofa,
membukanya lebar dan menatap belahan MEMEK Vivie yang terbuka lebar.....
Mantan : "oohh Vie sayang....memekmu ternyata masih indah seperti dulu..dan klitorismu ini kok makin gemesin yah...."
Tanpa basa-basi si mantan menjilati klitoris merah Vie yang sudah mengeras....
klitoris Vie terasa kenyal saat si mantan menggigitinya dengan lembut....
dan mengulumnya dengan kencang!!! Vie mendesah tak karuan sambil bergumam tak jelas...
tampaknya Vie mulai menikmati oral sex yang diberikan mantannya itu.
Pelan2 si mantan membuka lebar bibir vagina Vie sambil menatap lubang kenikmatan yang sering dimainkannya dulu.....
dia menjilatnya dengan lembut dan mencoba mencucukkan lidahnya kedalam lubang memek Vie berkali2....
Mantan : "Vie....memek kamu pasti kangen sama jari besarku ini...
kamu kan dulu paling suka kalo memeknya aku tusuk2 pake jari...."
Vie sebenarnya dulu tidak suka kemaluannnya 'diperkosa' oleh jari si mantan...
tapi Vie lebih memilih itu daripada memeknya 'diperkosa' kontol besar mantannya itu.
Kini jari tengah tangan kanan si mantan mulai mengorek-ngorek lubang memek Vie,
mengocok2nya dengan kasar.....
sambil menjilati ujung klitoris Vie!!! Vie tampaknya begitu menikmati layanan spesial dari mantannya itu.....
dan tidak berapa lama...cairan hangat membanjiri memeknya....ya!
Vie akhirnya orgasme untuk...entah kedua..atau ketiga kalinya.....
Si mantan berdiri dihadapan Vie...membuka celana jeans
dan CD-nya hingga kontol besar hitam itu mengacung tegak tepat di muka Vie....
dia menjambak rambut Vie dan memaksanya mengulum kontol itu.....
posisi Vie masih terduduk bugil di sofa sementara si mantan berdiri di sofa mengarahkan kontolnya ke mulut VIe....
Vie mulai kehabisan napas saat kontol besar hitam itu masuk seluruhnya kedalam mulut mungilnya....
kontol itu begitu besar dan memenuhi mulut Vie...
tak terasa Vie menelan air mani si mantan yang terasa gurih tersebut....
dulu Vie memang biasa dipaksa blowjob dimanapun mereka menemui tempat yang sepi.
Pernah Vie dipaksa blowjob saat mereka sedang berada di warnet depan kampus yang sepi...
padahal disamping bilik kanan dan kiri sedang ada orang juga!!!
Mantan : "ahhhh Vie...kamu memang pinter ngemut kontol....kangen bgt aku diemut kayak gini...."
Si mantan mencabut kontolnya dari mulut Vie dan memandang wajah Vie dengan mesum...
Vie diperlakukan bagai pelacur murahan yang biasa 'dipake' mantannya saat bertugas keluar kota!!!...
Si mantan menggesekkan kontolnya di seluruh wajah manis Vie..
mulai dari kening, alis, mata, pipi, hingga bibir mungil Vie.
Dibaringkannya Vie diatas sofa....ditindihnya tubuh langsing Vie yang polos...sementara kaki Vie mengangkang menjepit tubuh besar mantannya itu. Si mantan mulai mengarahkan kont*lnya ke arah lubang ***** Vie..menekannya perlahan....Vie mendesah sakit katanya....namun si mantan terus memaksa hingga kepala kont*lnya yang merah sudah masuk kedalam ***** sempit Vie.....
Vie : "arhhhh...pelan2....jgn dipaksa...sakit vaginaku....."
Mantan : "iyaahhh sayang....biar memekmu kenalan lg sama kontolku....
kali ini aku mau rasain hangatnya memekmu Vie..."
Vie : "...iyah tp pelan2..." seru Vie sambil merintih.....
Si mantan mulai menekan kembali kontolnya agar dapat masuk lebih dalam kedalam lubang memek VIe...
pelan....pelan....agak seret....namun akhirnya kontol itu berhasil amblas seluruhnya dimemek VIe....
Memek Vie berdenyut2 beradaptasi dengan 'benda asing' yang sudah ada dalam memeknya itu.
Setelah beberapa saat...si mantan mulai mengocok kontolnya dengan lembut....
tiap gesekan antara kulit kontol dan bagian dalam memek Vie,
membuat Vie semakin mendesah dan merintih kesakitan....atau kenikmatan mungkin....
Mantan : "......enak bgt Vie....arghhhh kontolku geli bgt dalam memekmu...hangat dan basah...arrgghhh Vie..."
( Tiba2 Hp Vie berdering....Vie melihat Hp-nya dan terkejut karena ternyata aku yang menelponnya!!! )
Mantan : "..kenapa sayang? siapa memang...kamu jawab aja dulu..
tp jgn bilang lg dientot yah...." tanya si mantan sambil terus memompa memk Vie...
Vie akhirnya menjawab telpku sambil meminta si mantan untuk memompa memeknya pelan2....
Vie menyuruh si mantan untuk tidak bersuara atau mendesah....
walau sulit juga bagi Vie menahan rasa nikmat akibat kocokan2 kontol besarnya didalam memeknya...
Vie : "halo...."
Pacar : "halo Vie....apa kabar? kamu sedang apa ya sekarang?"
Vie : "...mmm....aku.....aku baik2 aja....aku sedang...
sedang mau tidur....." jawab Vie terengah-engah menahan kenikmatan yang sedang dirasakannya....
Pacar : "loh....kamu kok kayak kecapean gitu? kamu kurang sehat ya sayang? hari minggu aku dah pulang loh"
Vie : "iyahhh aku kurang sehat.......aku tidur dulu yah....."
Pacar : "okelah....met tidur...jgn sampai sakit yah....."
Vie : "..iyah jgn sampai sakit....bye....."
Telpku segera ditutupnya...
dan Vie merintih keras meluapkan rasa nikmat yang ditahannya..."Ahhhh...kontolmu enak bangettt...!!!
"terus hajar memekku bang !!!ahhh... entotin aku bang....oughh...kontolmu bener bener nikmat...!!!"
si mantan tampaknya tahu bahwa Vie tak ingin lagi kenikmatan itu ditahan2nya..
dia mengocokkan kontolnya lebih cepat...semakin cepat...
sambil diremas2nya kedua tetek yang besar dan padat ViVie dengan kasar......
Vivie kejonjotan mengimbangi sodokan-sokokan yg kasar itu dengan goyangannya,
Vie : " Hajar memekku bang...Ahh...keluar masukkan yg cepet bang...,perkosa aku bang..ahhh..
aku kangen seperti dulu lagi...entotin aku bang...puasin aku sekarangg...ouhhh...
aku ga' kuat laggii...aku mau keluarrr...!!!"
Mantan : "arrgggghhhhh Vie......aku juga mau keluarrr....mau dimana?"....
Vie : "arrhh..aku juga mau keluarr..say...agghh..kontolmu enakk.bangett...oughhh..."
Mantan : "Memekmu juga sempit Vie, serasa menjepit jepit Kontolku yg besar ini...ahh..."
kata si mantan sambil terengah mengocok kontolnya lebih cepat dalam memek ViVie
Vie : "dimana aja...terserahh..kamu say....." jawab Vie sambil menggigit bibirnya sendiri mehahan nikmat....
Si mantan mencabut kontolnya.....menggenggamnya...
sambil mengarahkannya ke tetek besar dan padat ViVie...yang sangat menggairahkan,
dan CROOOTTTTTT.....CROOOTTTTT....kontol itu memuntahkan sperma hangat keseluruh bagian tetek Vie.....
tetek Vie dan sebagian muka dan leher Vie kini dipenuhi cairan lengket hangat.......sperma dari si mantan....
Si mantan mengecup kening Vie dan
berkata: "terima kasih Vie....aku puasss bgt.....luar biasa memek kamu Vie... memekmu enak bgt....bahagia bgt pacarmu bisa nikmatinnya tiap saat......"
Sudah Berapa jam kami ngentot, dan ngentot lagi, tenaga sudah terkuras habis, tak terasa sinar pagi sudah beranjak, kami tertidur puas. Mereka lalu membersihkan diri....dan si mantan pergi pulang...dan Vie tahu....nikmat banget dientot sama si mantan...lebih enak dientot sama 'KONTOL BESAR" si mantan daridapa sama pacar sendiri...
Sambil si mantan mengecup kening Vivie tanda kemenangannya...
TAMMAT
"aku kangen, kamu dimana sekarang? boleh ketemu?",
karena semenjak putus 4 tahun lalu si mantan memang tidak pernah mengubunginya lagi
dan apalagi dia tahu kalo aku tidak suka kalo Vie masih berhubungan dengan mantannya yang pernah menodainya dulu.
Vie hanya menjawab singkat bahwa saat ini dia berada di Jakarta,
dan si mantan me-reply bahwa saat ini dia sedang di Jakarta untuk bertugas
(setahu Vie si mantan bekerja di salah satu kota di Jawa Tengah).
Vie tidak langsung megiyakan ajakan itu karena dia tahu
aku pasti marah kalau sampai dia tahu aku menemui mantannya itu....
namun saat itu Vie memang sedang kesal juga denganku yang sering meninggalkannya
tugas baik didalam atau luar negeri....dalam benaknya Vie berpikir mungkin tidak apa2
untuk hanya sekedar bertemu dengan lelaki yang pernah dekat dengannya itu.....
saat Vie masih melamun bimbang mengenai jawaban ajakan itu tiba2 hp-nya berdering.....
Mantan : "Halo Vie...apa kabar? sudah lama ya kita gak bertemu..
mumpung aku lg di Jakarta ketemuan yukk...yah cuma ngobrol2 aja seh..nostalgia hahaha.."
Vie : "Kabarku baik..gimana kabarmu? uhm memang berapa lama kamu di Jakarta?
aku gatau kita bisa ketemuan apa enggak....nanti aku kabarin lagi yah..."
Mantan : "Okay...kalo bisa seh sempetin karena aku cuma 2 hari di Jakarta.....
nanti aku sms lagi yah..aku lanjut kerja dulu..bye"
Vie : "Iya...mudah2an aku ada waktu..bye..met kerja"
Keesokan hari saat Vie baru saja pulang kerja...
tiba2 muncul sms dari mantannya kembali yang berisi:
"Vie kalau kamu bisa kita ketemuan di plaza XXXX".
Vie tidak langsung menjawab sms tersebut,
dia masih bimbang antara bertemu atau tidak karena dia malas sekali untuk pergi keluar...
dan lagi saat itu kota Jakarta macet..seperti biasanya....
akhirnya Vie menjawab: "kita ketemuan di kosku aja...aku lg males keluar...
bawa makanan yah...kosku di jalan XXX nomor XXX", jawab Vie melalui sms.
Kos Vie berada di lantai paling atas dan hanya ada beberapa kamar dilantai tersebut....
ditengah kamar2 tersebut ada ruang tamu dan TV untuk penghuni kos menerima tamu...
Vie biasanya menghabiskan waktu menonton TV di ruang tamu itu sambil ngemil....
Saat waktu menunjukkan pukul 7.45 pm,
Vie menerima sms bahwa si mantan sudah berada di lantai bawah dan Vie menyuruhnya untuk
langsung naik keatas karena saat itu memang Vie sedang asyik menonton acara cable TV kesukaannya,
Vie mengenakan celana pendek ketat dan kaos tanpa lengan favoritnya....
sebenarnya Vie sedang deg2an karena biar bagaimanapun lelaki ini pernah ada dihatinya
dan apalagi lelaki ini pernah 'merasakan' tubuhnya dengan paksa.
Vie sempat tertegun saat si mantan kini berada dihadapannya,
tidak ada yang berubah...tubuhnya tetap sama, agak besar dengan kulit coklat sawo matangnya...
dan senyum yg pernah meluluhkan hati Vie....
Vie mempersilahkannya duduk dan mereka pun memulai perbincangan ringan
seputar keberadaan mereka selama berpisah 4 tahun belakangan ini.
Obrolan mereka semakin seru dan diselingi dengan canda tawa yang Vie pernah rasakan 4 tahun lalu saat bersamanya...
si mantan memang orang yang menyenangkan untuk diajak ngobrol menurut cerita Vie...
namun sifat posesif dan 'pemaksanya'lah yang membuat Vie tidak tahan dan akhirnya jatuh ke pelukanku.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 pm
dan Vie tak sadar bahwa saat itu suasana kos sangat sepi mengingat
beberapa teman kosnya adalah pramugari yang harus bekerja tak kenal waktu....
mereka semakin larut dalam obrolan nostalgia saat masih bersama....
dan saat suasana hening tiba2 si mantan membuka perbincangan yang cukup 'mengganggu' Vie....
Mantan : "maaf nih Vie..aku cuma tanya....
kamu dah ngapain aja sama pacarmu yg sekarang? apa sudah pernah melakukan yg pernah kita lakukan dulu"
Vie : "kok kamu tanya gitu seh? itu kan 'rahasia perempuan'....", jawab Vie sambil sedikit bercanda....
Mantan : "yah aku kan cuma tanya...soalnya tiap deket sama kamu...aku selalu deg2an....."
Vie : "deg2an gimana maksudnya?"
Mantan : "deg2an....pgn cium dan sentuh kamu....uhmm maaf ya Vie....,
memang dulu kita tidak sempat sampai bersetubuh tapi perlakuanku ke kamu memang memalukan..."
Vie : "mmmm....memang dulu kamu ngapain aku aja? buatku yg sudah ya sudah....",
jawab Vie dengan polos...ya..Vie kadang terlalu polos dan tidak tahu bahwa ada 'macan' yang siap menerkamnya....seperti bos gilanya itu!!!
Mantan : "dulu aku memang suka maksa pgn liat kamu naked...
dan selalu minta kamu untuk isep 'itu'ku....tp kan aku gak sampe setubuhin kamu..."
Vie : "iyah...memag tidak..tp kamu inget waktu ngiket aku,
telanjangi aku, dan coba nusukin 'itu'mu ke punyaku? aku bener2 takut sama kamu saat itu...."
Mantan : "....mmmm..maaf Vie...saat itu aku benar2 gak bisa tahan lagi...
tp kamu kan ngancem teriak..jd 'itu'ku ga sempet masuk....
yah cuma 'kepala'nya doank seh kayaknya.....
tp akhirnya aku tarik dan sodorin ke mulutmu untuk minta di....mmmm..yah gitu deh"
Vie : "sudahlah!!!...kita ga usah bahas lagi...aku sudah maafin kamu kok...."
Vie mulai merasa ga nyaman dengan pembicaraan seputar gaya pacaran mereka waktu dulu,
dan berusaha untuk menghentikkan pembicaraan itu....namun....
Mantan : "Vie....setelah ini aku akan tugas diluar untuk waktu yg lama sekali...
jujur aku masih sayang sama kamu.....aku boleh minta tolong?"
Vie : "minta tolong apa?...."
Mantan : "boleh gak aku menciummu sekali saja....
aku janji gak akan kasar...aku bener2 masih sayang sama kamu...."
Vie agak terenyuh dengan perkataan mantannya itu....
sebenarnya saat putus dulu Vie juga masih ada rasa namun....
'daya tarik'ku lebih besar sehingga dia memilih meninggalkannya....
Dengan mengangguk pelan Vie mengiyakan permintaan mantannya itu dan kini si mantan duduk mendekati Vie....
memegang lembut pipinya sambil mendekatkan bibirnya ke bibir mungil Vie....
dengan lembut si mantan mencium bibir Vie, mengulumnya pelan2...
dan kini bibir mereka saling berpagut sperti saat mereka berpacaran dulu.....
ciuman mantannya masih lembut seperti saat dulu mereka berpacaran
dan tak terasa Vie terbawa perasaan cinta lama yang pernah bersemi....
mereka masih melakukan french kiss di sofa ruang tamu kos itu sambil tangan kanan mantannya
mengusap2 lembut perlahan pipi dan leher jenjang Vie.
Tak cuma bibir Vie yang dikulum namun kini lidah Vie pun sudah disedotnya perlahan...
si mantan nampaknya begitu menikmati apa yang dipendam selama 4 tahun ini!
Tangan kiri mantannnya memeluk tubuh langsing Vie
sementara tangan kanannya mulai mengusap lembut lengan Vie
yang terbuka karena saat itu Vie sedang memakai 'youcansee'....
usapannya begitu lembut dan membuat bulu kuduk Vie meremang....
dan tiba2...tangan nakal itu menggenggam payudara kanan Vie...
YA...menggenggamnya dengan sangat lembut.....
tangan kiri Vie reflek mencoba menarik tangan nakal mantannya itu....
namun Vie kalah tenaga seperti4 tahun lalu saat Vie mengenakan seragam kuliah
dan ditelanjangi dengan paksa dikamar kos mantannnya itu.....
Vie tak dapat berkata2 karena bibir mungilnya masih tersumbat ciuman panas dari si mantan.
Tangan kanan mantannya mengusap2 tetek kanan Vie dengan ibu jarinya
dan secara perlahan usapan itu turun perlahan ke perut rata Vie.....
usapan demi usapan membuat jantung Vie berdegup kencang....
dan pelan tapi pasti tangan nakal mantannya itu mencoba masuk kedalam kaos tanpa lengan Vie
dan mengusap perut Vie....Vie kaget dan menarik diri dari ciuman si mantan....
Vie : "kamu ngapain? aku gak suka kalau kamu mulai begitu lagi......"
Mantan : "maaf Vie....aku terbawa suasana....aku...
uhmmm..aku hanya ingin merasakan keindahan saat kita berpacaran dulu..
sekali ini saja Vie....aku janji akan bener2 pergi dari kehidupanmu setelah ini....."
Sebagai wanita polos yang gampang tersentuh...Vie tak dapat berkata apa2....
dia hanya diam menatap pandangan sayu si mantan yang sebenarnya
adalah sandiwara agar bisa menikmati kembali tubuh Vie.......
Vie hanya duduk terdiam menatap wajah si mantan saat tangan kanan mantannya
masuk kedalam sela2 kaos tanpa lengannya....mengusap lembut perut ratanya.....
semakin naik perlahan...dan meraba tetek mungilnya yang masih ditutupi BH hitamnya...
si mantan mencoba mencari sela diantara ketatnya BH Vie...
dia berusaha menyentuh puting susu Vie yang dulu menjadi favoritnya untuk dikulum dan digigiti dengan lembut.
Vie : "aku ga'mau kamu kasar paksa aku kayak dulu...
kalau ini jadi permintaan terakhirmu...
biar aku pasrahin semuanya....kamu mau aku buka BH-ku?",
tampaknya Vie sudah tanpa tedeng aling2 lagi dengan permintaan 'aneh' mantannya itu...
Si mantan mengangguk pelan....dan menatap Vie membuka BH-nya pelan2....
dan kini bagian atas tubuh Vie hanya ditutupi sehelai kaos tanpa lengan
dengan puting susu mungilnya yang menonjol....
pandangan penuh napsu tertuju pada dua gundukan kecil yang menonjol dipayudara Vie tersebut...
dan dengan perlahan si mantan mengarahkan mulutnya ketonjolan kecil pada puting susu Vie...
dia menjilatnya dan mengulumnya dengan penuh perasaan...
seperti anak bayi yang me-netek diibunya....kaos Vie basah pada bagian tengah teteknya...
hanya pada bagian puting susunya saja....
si mantan netek bergantian dikedua puting susu Vie,
sementara Vie hanya mendesah pelan sambil mengingatkan untuk tidak menggigitnya terlalu kencang....
Puas memainkan puting susu Vie dengan mulutnya,
si mantan membuka kaos tanpa lengan Vie....
dan menatap napsu tubuh bagian Vie yang sudah telanjang....
dia menatap kedua tetek mungil Vie dengan puting susu coklat kemerahannya....
Mantan : "aku selalu gemes dengan payudara padatmu ini Vie....
pacarmu pasti sudah puas bgt netek sama kamu....skrg giliranku netek ya Vie sayang..."
Tanpa basa-basi si mantan menciumi tetek kiri Vie dan menjilatinya....
sementara tangan kanannya meremas tetek kanan Vie yang masih kencang itu.....
dia begitu menikmati sensasi netek di tetek mungil Vie..
dan tidak sejengkal pun bagian dari tetek Vie yang terlewatkan dari sapuan jilatan nakal si mantan....
Vie sudah sangat terangsang dengan perlakuan mantannya itu....
karena aku akui mantannya lebih lihai memainkan foreplay daripada aku yang sukanya maen 'tusuk' aja!
Mantan : "sayang...kocokin kontolku donk...
udah kangen bgt sama kocokanmu....", pinta si mantan sambil terus mengenyot puting susu Vie...
Entah terbawa suasana atau sekedar ingin 'memuaskan' si mantan utk trakhir kalinya...
Vie dengan refleks mengelus kontol besar mantannya yg sudah ngaceng berat didalam celana jeansnya...
dengan perlahan Vie membuka restleting celana jeans mantannya itu...
mengusap lembut kontolnya dari balik CD dan pelan2 mengeluarkan kontol besar yg sudah keras itu...
Vie menggenggamnya dengan lembut dan mulai mengocoknya perlahan-lahan.
Vie teringat saat dulu SMA pertama kali diminta mantannya utk mengocok kontol besar itu untuk pertama kalinya,
dia sangat malu namun si mantan terus memaksa
dan mengarahkan tangannya dengan kasar untuk menggenggam kontol untuk pertama kalinya.....
saat itu kocokan Vie tidak selihai sekarang....
dan si mantan nampaknya mulai menikmati kocokan2 nikmat pada kontolnya...
dia mendesah sambil membuat beberapa tanda merah2 pada kedua tetek Vie...
Mantan : "ahhhhhh...uuuhhhmm...VIe kamu tambah pinter ngocok ya sekarang..
pasti dah sering ngocokin KONTOL yah kamu...", gumam tak jelas si mantan sambil menciumi leher jenjang Vie....
Vie hanya diam menanggapi ocehan tak jelas mantannya itu..
Ia hanya mendesah saat leher jenjangnya dijilati si mantan dengan lembut
dan rangsangan itu membuat ritme kocokannya menjadi semakin cepat tak teratur.....
Perlahan si mantan menciumi Vie mulai dari bibir, leher, tetek, hingga ke perutnya....
perlakuan itu membuat Vie menggelinjang kegelian....
dan tiba2 mantannya itu duduk dilantai tepat didepan Vie sedang duduk disofa....
pelan2 si mantan membuka celana pendek dan CD Vie.....
mengusap lembut paha mulusnya dan kini Vie duduk polos
sambil mengangkangi tubuh besar mantannya yang duduk dilantai tepat didepannya.
Dengan satu gerakan tiba2....si mantan mengangkat kedua kaki Vie keatas sofa,
membukanya lebar dan menatap belahan MEMEK Vivie yang terbuka lebar.....
Mantan : "oohh Vie sayang....memekmu ternyata masih indah seperti dulu..dan klitorismu ini kok makin gemesin yah...."
Tanpa basa-basi si mantan menjilati klitoris merah Vie yang sudah mengeras....
klitoris Vie terasa kenyal saat si mantan menggigitinya dengan lembut....
dan mengulumnya dengan kencang!!! Vie mendesah tak karuan sambil bergumam tak jelas...
tampaknya Vie mulai menikmati oral sex yang diberikan mantannya itu.
Pelan2 si mantan membuka lebar bibir vagina Vie sambil menatap lubang kenikmatan yang sering dimainkannya dulu.....
dia menjilatnya dengan lembut dan mencoba mencucukkan lidahnya kedalam lubang memek Vie berkali2....
Mantan : "Vie....memek kamu pasti kangen sama jari besarku ini...
kamu kan dulu paling suka kalo memeknya aku tusuk2 pake jari...."
Vie sebenarnya dulu tidak suka kemaluannnya 'diperkosa' oleh jari si mantan...
tapi Vie lebih memilih itu daripada memeknya 'diperkosa' kontol besar mantannya itu.
Kini jari tengah tangan kanan si mantan mulai mengorek-ngorek lubang memek Vie,
mengocok2nya dengan kasar.....
sambil menjilati ujung klitoris Vie!!! Vie tampaknya begitu menikmati layanan spesial dari mantannya itu.....
dan tidak berapa lama...cairan hangat membanjiri memeknya....ya!
Vie akhirnya orgasme untuk...entah kedua..atau ketiga kalinya.....
Si mantan berdiri dihadapan Vie...membuka celana jeans
dan CD-nya hingga kontol besar hitam itu mengacung tegak tepat di muka Vie....
dia menjambak rambut Vie dan memaksanya mengulum kontol itu.....
posisi Vie masih terduduk bugil di sofa sementara si mantan berdiri di sofa mengarahkan kontolnya ke mulut VIe....
Vie mulai kehabisan napas saat kontol besar hitam itu masuk seluruhnya kedalam mulut mungilnya....
kontol itu begitu besar dan memenuhi mulut Vie...
tak terasa Vie menelan air mani si mantan yang terasa gurih tersebut....
dulu Vie memang biasa dipaksa blowjob dimanapun mereka menemui tempat yang sepi.
Pernah Vie dipaksa blowjob saat mereka sedang berada di warnet depan kampus yang sepi...
padahal disamping bilik kanan dan kiri sedang ada orang juga!!!
Mantan : "ahhhh Vie...kamu memang pinter ngemut kontol....kangen bgt aku diemut kayak gini...."
Si mantan mencabut kontolnya dari mulut Vie dan memandang wajah Vie dengan mesum...
Vie diperlakukan bagai pelacur murahan yang biasa 'dipake' mantannya saat bertugas keluar kota!!!...
Si mantan menggesekkan kontolnya di seluruh wajah manis Vie..
mulai dari kening, alis, mata, pipi, hingga bibir mungil Vie.
Dibaringkannya Vie diatas sofa....ditindihnya tubuh langsing Vie yang polos...sementara kaki Vie mengangkang menjepit tubuh besar mantannya itu. Si mantan mulai mengarahkan kont*lnya ke arah lubang ***** Vie..menekannya perlahan....Vie mendesah sakit katanya....namun si mantan terus memaksa hingga kepala kont*lnya yang merah sudah masuk kedalam ***** sempit Vie.....
Vie : "arhhhh...pelan2....jgn dipaksa...sakit vaginaku....."
Mantan : "iyaahhh sayang....biar memekmu kenalan lg sama kontolku....
kali ini aku mau rasain hangatnya memekmu Vie..."
Vie : "...iyah tp pelan2..." seru Vie sambil merintih.....
Si mantan mulai menekan kembali kontolnya agar dapat masuk lebih dalam kedalam lubang memek VIe...
pelan....pelan....agak seret....namun akhirnya kontol itu berhasil amblas seluruhnya dimemek VIe....
Memek Vie berdenyut2 beradaptasi dengan 'benda asing' yang sudah ada dalam memeknya itu.
Setelah beberapa saat...si mantan mulai mengocok kontolnya dengan lembut....
tiap gesekan antara kulit kontol dan bagian dalam memek Vie,
membuat Vie semakin mendesah dan merintih kesakitan....atau kenikmatan mungkin....
Mantan : "......enak bgt Vie....arghhhh kontolku geli bgt dalam memekmu...hangat dan basah...arrgghhh Vie..."
( Tiba2 Hp Vie berdering....Vie melihat Hp-nya dan terkejut karena ternyata aku yang menelponnya!!! )
Mantan : "..kenapa sayang? siapa memang...kamu jawab aja dulu..
tp jgn bilang lg dientot yah...." tanya si mantan sambil terus memompa memk Vie...
Vie akhirnya menjawab telpku sambil meminta si mantan untuk memompa memeknya pelan2....
Vie menyuruh si mantan untuk tidak bersuara atau mendesah....
walau sulit juga bagi Vie menahan rasa nikmat akibat kocokan2 kontol besarnya didalam memeknya...
Vie : "halo...."
Pacar : "halo Vie....apa kabar? kamu sedang apa ya sekarang?"
Vie : "...mmm....aku.....aku baik2 aja....aku sedang...
sedang mau tidur....." jawab Vie terengah-engah menahan kenikmatan yang sedang dirasakannya....
Pacar : "loh....kamu kok kayak kecapean gitu? kamu kurang sehat ya sayang? hari minggu aku dah pulang loh"
Vie : "iyahhh aku kurang sehat.......aku tidur dulu yah....."
Pacar : "okelah....met tidur...jgn sampai sakit yah....."
Vie : "..iyah jgn sampai sakit....bye....."
Telpku segera ditutupnya...
dan Vie merintih keras meluapkan rasa nikmat yang ditahannya..."Ahhhh...kontolmu enak bangettt...!!!
"terus hajar memekku bang !!!ahhh... entotin aku bang....oughh...kontolmu bener bener nikmat...!!!"
si mantan tampaknya tahu bahwa Vie tak ingin lagi kenikmatan itu ditahan2nya..
dia mengocokkan kontolnya lebih cepat...semakin cepat...
sambil diremas2nya kedua tetek yang besar dan padat ViVie dengan kasar......
Vivie kejonjotan mengimbangi sodokan-sokokan yg kasar itu dengan goyangannya,
Vie : " Hajar memekku bang...Ahh...keluar masukkan yg cepet bang...,perkosa aku bang..ahhh..
aku kangen seperti dulu lagi...entotin aku bang...puasin aku sekarangg...ouhhh...
aku ga' kuat laggii...aku mau keluarrr...!!!"
Mantan : "arrgggghhhhh Vie......aku juga mau keluarrr....mau dimana?"....
Vie : "arrhh..aku juga mau keluarr..say...agghh..kontolmu enakk.bangett...oughhh..."
Mantan : "Memekmu juga sempit Vie, serasa menjepit jepit Kontolku yg besar ini...ahh..."
kata si mantan sambil terengah mengocok kontolnya lebih cepat dalam memek ViVie
Vie : "dimana aja...terserahh..kamu say....." jawab Vie sambil menggigit bibirnya sendiri mehahan nikmat....
Si mantan mencabut kontolnya.....menggenggamnya...
sambil mengarahkannya ke tetek besar dan padat ViVie...yang sangat menggairahkan,
dan CROOOTTTTTT.....CROOOTTTTT....kontol itu memuntahkan sperma hangat keseluruh bagian tetek Vie.....
tetek Vie dan sebagian muka dan leher Vie kini dipenuhi cairan lengket hangat.......sperma dari si mantan....
Si mantan mengecup kening Vie dan
berkata: "terima kasih Vie....aku puasss bgt.....luar biasa memek kamu Vie... memekmu enak bgt....bahagia bgt pacarmu bisa nikmatinnya tiap saat......"
Sudah Berapa jam kami ngentot, dan ngentot lagi, tenaga sudah terkuras habis, tak terasa sinar pagi sudah beranjak, kami tertidur puas. Mereka lalu membersihkan diri....dan si mantan pergi pulang...dan Vie tahu....nikmat banget dientot sama si mantan...lebih enak dientot sama 'KONTOL BESAR" si mantan daridapa sama pacar sendiri...
Sambil si mantan mengecup kening Vivie tanda kemenangannya...
TAMMAT
Langganan:
Postingan (Atom)

